sudah hentikan ritual mainkatakata
pusing dengan persilangan vokal dan konsonan
tak ada kompas penunjuk arah buat membaca
tabungan makna habis sudah dibelanjakan
tapi tak juga mampu mengongkosi belanjakata

mau apa lagi kalau kena perangkapkata
sampai mati tidak juga ketemu makna
selain mual dengan ribuan kata berbaris rapat
dilarang berjumpa makna yang manis berdandan

begini saja bubarkan ritual mainkatakata
jam lima sore nanti ke lapangan sebelah
bawa setermos makna dan sebungkuskata
kenyangkan hati dan merajut petang berdua

c. july 2006

summertime terngiang tak putus
sekalipun steinway terpupus juga
dimakan weekend syndrome kronis
lagukan simfoni mati disudut kota

steinway bechstein
not bulat kau telan habis
seperti tak pernah ada
jarilentikmu di tutstuts
nanti kutangkupkan jarijariku
sebuah tangga nada; minor harmonis

c. november 2006

terperosok dalam indahmu
kamboja merah di sudutsudut
kau seret aku lalui hujan airmata
ini cinta, ini pedih, ini hidup
katamu: gilas saja luka itu biar terburai
lalu hujan itu menjadi laut;
pada laut itu kita berayun, membawaku
pada ombakmu. terperosok dalam gelungan,
manis: ini aku, pulang

Setiap hati mengenal kesedihannya sendiri, dan tak ada yang tak dapat turut dalam kesenangannya

surabaya, 2006

a tribute to nanasegar & kepik

lambungkan aku ke langit ketujuh
serupa trampolin memantulmantul
warna-warna psikedeliksikodelik.mbuh!
menyenangkan.lupa.terbang sampai terhempas;
ubin beton bikin benjut kepala terserpih
genggam tangan terlepas selagi menggamithati
i can’t unlove, sugar!

warnawarni psikedelik dicampur ngudud;
the doors dan morrison sinting,
melinting jimi hendrix yang bikin hati keriting,
janis joplin yang bikin rasa jadi serak,
ah, sudahlah!

bersama seraknya janis joplin, manis
mari nikmati indahnya dunia, seperti sapi;
grass! grass! grass!
menarinari klamsi dilabur sikodelik
warnawarni kecupmu di remukhati

c. november 2006

ring ring ring! bel sepedamu berderingdering
tak kudengar meski kau berteriakteriak miring
ring ring ring! entah kemana roda setir kau giring
kupilih minggir saja biar kakiku tak kau saring

ring ring ring! minggir! cepat! braakkk! byur!

aih manis, lihat kolormu tercelup hitam got
mari berdiri dekat sini kusemprot air ledeng
kuseka bersih dengkul dan tumit, jangan menangis
miring sedikit, kuperban bengapmu dengan hatiku
kata kakak, robocop tidur bersamanya malam tadi
malam jahanamku lalu bersama robocop, kataku
aih manis, lihat pipimu gemas mau kucubit
pssst! diamlah selagi kukecup, jangan terbangun
di mimpi malam tadi kusapa dan kuusap jidat codetmu

-untuk adhy kusumo prabowo-
yang robek pelipisnya dan bengap mata kanannya

c. november 2006

sore ini, di pojok kedai kopi
lagilagi, seorang gadis berpipi bulat
jaket, buku sketsa, drawing pen, segelas kopi
kulihat aku bertahun silam, lagilagi
aku bertanyatanya apakah dapat kucerap benaknya
sedang menggambar apa, menghapus apa, menunggu apa

aku pilu dalam seribu ragu
berhitung tawa yang tak berhingga
dapatkah kupinjam tanpa bunga
darimu agar tak lagi semu

aku haru dalam seru terlarut
marilah, marilah, ayolah! mari!
beku yang terserut satusatu jadi rindu
mengganggu. menunggu

Aku ingin berlari dan menyeret semuanya
sampai mereka bungkam membatu,
serupa arca berselimut debu.
Sedang seruku tercekik pada gaungmu,
yang memenuhi setiap sel darahku
dan melumasi setiap sendi yang meluruh.
Sepagi ini terhunus risau,
siap mengerat keping kenangan
demi menyandingkan resah gelisah kita.
Aku ingin menyekap perih di dekapmu
sampai pagi habis membakar ragu,
dan lengkapkan kisah kita.

08:03:59
Apakah aku salah mengenalimu? Pada katakatamu sesekali kutemukan cerah yang begitu memikat. Untunglah indera pengingatku masih bekerja baik untuk tidak melupakan apakah tujuan utamaku berada di ruangan ini, setelah kutempuh ribuan kilometer untuk mencari dan menemukan keberadaan dirimu.

8:04:17
Mungkin lebih mudah kulakukan pekerjaan ini bila aku berkata jujur padamu. Begini sayangku, sebenarnya aku belum pernah membunuh seorang pun dan aku tak pernah berniat membunuh siapapun hingga semalam, sewaktu seorang sekutu mengusulkan sebuah ide untuk membuatmu merasa jauh lebih buruk daripada mati. Aku bukan pembunuh; maka dikirimnya aku berkunjung pagi ini untuk berdiri di depan meja kerjamu. Bersiap menjadi pelayanmu, dan melakukan apa saja yang kau mau. Apa saja.

8:05:33
Tenanglah, jangan kau pasang raut pias itu. Aku masih manusia biasa yang begitu mencintaimu. Tak ada yang berbeda dariku setelah empat lima tahun berlalu meski kulihat kini kau begitu manis dan rapih dengan pantalon dan sepatu kulitmu. Tentu saja aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu. Tak tahukah kau? Itulah sebabnya pagi ini aku ada di sini. Aku tak hendak menyakiti orang yang paling kucintai. Semua ini hanya main-main saja. Sama seperti ketika kau bermain katakata suci tak bercela yang kau taburkan pada lukaku yang membusuk, kau bilang: siapa tahu ini bisa sembuhkan luka. Marilah kita bermain-main sekali lagi untuk yang terakhir kali. Serangkaian katakata suci terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja, bukan?

8:08:18
Aku membunuhmu, akhirnya. Kau mungkin tak terlalu sadari betapa peluru itu telah melesak ke jantungmu sementara kau masih mencoba untuk menghapus semua jejakmu. Tak perlu saksi ahli kali ini, tak perlu visum et repertum selain tergenggam benakmu yang berlumur cairan pekat racunmu dalam sekepal kecil tanganku. Ya, sedikit saja itu cukup buatku.

8:09:00
Sebotol karbol untuk tutupi busukmu, setumpuk kertas dan pena untuk pesanpesan terakhirmu, setumpuk suratsuratmu dan katakata suci yang tak pernah terlalu suci. Bawalah semua dalam koportuamu selagi kau memilih untuk mati dan napasmu tak kunjung padam.

why are you so sad
why are you so happy
when everything is dimmed
for everything is changed

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.